Perdagangan

  • Perdagangan Internasional Indonesia
    Diambil dari jurnal Tinjauan Prosedur Pengiriman Ekspor Karet (2014) karya Febri Yunanda, perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan antar negara atau pemerintah negara dengan negara lain. Di mana antar negara memiliki hubungan perdagangan yang sesuai kesepakatan antar kedua belah pihak yang melakukan perdagangan internasional tersebut. Indonesia masih menghadapi kendala dalam menyelenggarakan trade across borders (perdagangan internasional), bahkan indikator inilah yang menyebabkan peringkat ease of doing business (kemudahan berbisnis) menjadi tidak maksimal. Publikasi World Bank menunjukkan penurunan peringkat Indonesia pada indikator perdagangan lintas negara, dari urutan 105 pada 2016 dan 108 pada 2017 menjadi 112 pada 2018. perdagangan-internasional.jpg source : i1.wp.com

    Lebih lama dibanding Thailand

    Untuk import border compliance membutuhkan waktu 80 jam dengan biaya USD 384. Untuk Import documentary compliance membutuhkan waktu 119 jam dengan biaya USD 160. Bandingkan dengan Thailand yang peringkat trade across borders-nya lebih tinggi dari Indonesia, yaitu 57. Di negara itu, export border compliance-nya selama 57 jam dan biayanya USD 223. Export documentary compliance selama 11 jam dengan baiya USD 97. Sedangkan untuk import border compliance selama 50 jam dengan biaya USD 223 dan import documentary compliance selama 4 jam dengan biaya USD 43. Pengertian-Perdagangan-Internasional.jpg source : www.hestanto.web.id

    Lalu apa saja strategi Indonesia untuk menghadapi kondisi tersebut?

    Adapun strategi jangka pendek tersebut di antaranya adalah, pertama, meratifikasi 13 perjanjian yang conclude dan menyelesaikan 11 perjanjian perdagangan internasional. Kemudian menyederhanakan 18 permendag ekspor-impor. Selanjutnya adalah peningkatan peran free trade agreement center (FTA center) di lima daerah, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan dalam rangka utilitasi FTA/CEPA Langkah berikutnya adalah menggiatkan misi dagang ke pasar nontradisional dan pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta perwakilan perdagangan di luar negeri (atase/ITPC) lebih aktif sebagai business agent. Sementara itu, untuk strategi jangka menengah adalah penyelesaian sengketa dagang di dispute settlement body (DSB) WTO dalam rangka mengamankan kebijakan perdagangan Indonesia dan akses produk di luar negeri. Selanjutnya adalah peningkatan branding dan peningkatan SDM UKM ekspor.

    Keterlibatan Indonesia di Forum Internasional

    Tercatat Indonesia telah menjadi panggung utama dari tiga forum internasional pada tahun 2013 : WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) Summit (01-08 Oktober 2013, The UN High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) Post 2015 agenda pembangunan (Maret). References : WWW.AA.COM.TR WWW.LIPUTAN6.COM WWW.KOMPAS.COM WWW.KOMPASIANA.COM
  • Bentuk Kerja Sama Internasional Indonesia
    Kerja sama internasional adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh suatu negara yang menyangkut aspek bilateral , regional dan internasional untuk mencapai tujuan bersama. Negara-negara di seluruh dunia melakukan kerja sama internasional melalui beberapa bentuk yaitu: Kerja sama bilateral Kerja sama regional Kerja sama multilateral Berikut ini masing-masing penjelasan kerja sama tersebut: Suatu negara di dunia, walaupun sudah modern, wilayhnya luas, dan sumber daya alamnya melimpah, tidak akan pernah mampu hidup mandiri tanpa berhubungan dengan negara lain. Dewasa ini dengan semakin modern kebudayaan umat manusia di suatu negara, justru semakin tinggi tingkat kebergantungannya terhadap negara lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , bilateral berarti dari dua belah pihak atau antara dua pihak. Menurut Cambridge English Dictionary , bilateral adalah situasi di mana dua negara atau organisasi memiliki perjanjian perdagangan atau bekerja bersama untuk mencapai sesuatu. Dalam Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (2005) karya Anak Agung Banyu Perwita dan Yanyan Mochamad Yani, hubungan bilateral adalah keadaan yang menggambarkan hubungan timbal balik antara kedua belah pihak yang terlibat dan aktor utama dalam pelaksanaan hubungan bilateral itu adalah negara. Dengan demikian, hubungan bilateral mengacu pada hubungan apa pun antara dua pihak. Bilateralisme menyangkut hubungan atau kebijakan aksi bersama antara dua pihak. Bilateral adalah hubungan antara dua negara yang tujuannya saling menguntungkan kedua belah pihak. Istilah bilateral biasanya diaplikasikan pada persoalan politik, ekonomi dan keamanan antar dua negara. Bentuk Kerjasama :

    a. Berdasarkan Letak Geografisnya

    1) Kerjasama Ekonomi Internasional

    memberikan bantuan ekonomi untuk perbaikan usaha-usaha dalam bidang pertanian, industri, jalan raya, dan pembangunan negara-negara di dunia mempertahankan tata niaga internasional dan mengatur perdagangan secara umum

    2) Kerjasama Ekonomi Regional

    ASEAN merupakan lembaga kerja sama regional negara-negara Asia Tenggara di bidang seperti ekonomi, sosial, budaya dan politik kesepakatan perdagangan bebas antar negara-negara yang tergabung di dalam ASEAN

    3) Kerjasama Ekonomi antarregional

    membicarakan permasalahan-permasalahan yang melibatkan negara-negaraEropa dan Asia forum ekonomi untuk meningkatkan kerja sama dan liberalisasi perdagangan yang meliputi semua ekonomi besar di wilayah Asia Pasifik

    b. Berdasarkan Banyaknya Negara Peserta

    1) Kerjasama Ekonomi Bilateral

    dua negara Arab Saudi dengan Indonesia tentang ibadah haji

    2) Kerjasama Ekonomi Multilateral

    dua negara atau lebih NAFTA

    c. Berdasarkan Tujuan dan Lapangan Usaha

    1) Berdasarkan Lapangan Usaha yang Sama

    OPEC

    2) Berdasarkan Tujuan yang Sama

    ILO References : WWW.KOMPAS.COM BLOG.RUANGGURU.COM KELASIPS.CO.ID
  • Perjanjian Kerja Sama Dagang IA-CEPA
    Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham, Senin (4/3/2019) menandatangani perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), disaksikan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Hal tersebut dilanjutkan dengan pertemuan delegasi dua negara dalam Forum Bisnis di hari yang sama, yang diprakarsai oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kedutaan Australia. Forum Bisnis (Indonesia- Australia Business Forum) dihadiri 250 delegasi terdiri dari pengusaha Indonesia dan Australia. 1551686064.jpg source : img.beritasatu.com Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempromosikan perdagangan bilateral dan hubungan investasi antara Indonesia- Australia melalui penandatanganan IA-CEPA sekaligus sebagai wahana untuk menyebarkan potensi dan manfaat perjanjan IA-CEPA. Dalam Laporan Indonesia-Australia Business Partnership Group di awal perundingan, pelaku usaha dari kedua negara menginginkan IA-CEPA sebagai alat untuk mendukung pembangunan ekonomi dan daya saing kedua negara di pasar global. Sebelumnya perjalanan panjang perjanian dagang kedua negara tersebut berlangsung melalui berbagai tahapan, diawali pada 2016. Kemudian pada Agustus 2018, deklarasi perjanjian dilakukan yang diikuti dengan proses legal scrubbing dari kedua pemerintahan. Enam bulan setelah itu, penandatangan pada hari ini dilakukan pemerintahan kedua negara. Untuk selanjutnya sebelum memasuki fase entry into force , perjanjian dagang IA-CEPA membutuhkan ratifikasi di negara masing- masing dan untuk Indonesia akan diratifikasi melalui parlemen. Australia adalah mitra dagang terbesar ke-9 Indonesia di tahun 2017 dengan total nilai perdagangan sebesar US$ 8,53 miliar, di mana ekspor Indonesia ke Australia mencapai US$ 2,52 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Australia mencapai US$ 6 miliar. Ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan masih condong berpihak pada Australia sebesar US$ 3,48 miliar. Di sisi lain, BKPM menyatakan bahwa Australia adalah sumber investasi asing terbesar ke-13 di Indonesia pada tahun 2017, dengan nilai US$ 513,9 juta. References : WWW.BERITASATU.COM
  • Kerjasama Bilateral Indonesia dan Rusia
    Peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia menjadi isu utama yang diangkat Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut berlangsung di sela pertemuan ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura, pada Rabu, 14 November 2018. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilai USD2,5 miliar. Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Putin mengungkapkan keinginannya agar target perdagangan USD5 miliar kedua negara dapat tercapai pada tahun 2020 mendatang. “Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34% di tahun 2017 atau senilai USD 2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan USD5 miliar akan dapat tercapai di tahun 2020,” ujarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah poin disampaikan Presiden kepada Putin. Salah satunya ialah mengenai dukungan positif bagi ekspor CPO (Crude Palm Oil) Indonesia. Indonesia-dan-Rusia-Bahas-Peningkatan-Kerja-Sama-Ekonomi-6.2-745x450.jpg source : ksp.go.id “Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi juga mendorong pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi produk-produk perikanan Indonesia. Selain itu, ekspor buah tropis asal Indonesia juga diupayakan untuk dapat ditingkatkan. Dalam pertemuan itu, Presiden turut menyampaikan pandangannya soal perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU). Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU. “Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017,” tuturnya. References : KSP.GO.ID
  • Hubungan Bilateral Indonesia dengan Argentina
    Pemerintah Indonesia dan Argentina membentuk Working Group Trade Investment (WGTI) sebagai wadah untuk saling menukar informasi mengenai perdagangan di kedua negara. Langkah ini merupakan bentuk peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara yang lebih erat Direktur Perdagangan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Ni Made Ayu Marthini mengatakan, letak geografis kedua negara cukup jauh. Sehingga, menyebabkan informasi mengenai kedua negara tersebut sangat sedikit. Forum WGTI akan menjadi wadah untuk melakukan komunikasi dan promosi bagi kedua negara. WGTI akan membahas berbagai isu yang terjadi antara Indonesia dan Argentina. Seperti soal tarif, kemudian rencana perdagangan daging sapi dan lain-lain. WGTI akan mengeluarkan rekomendasi terkait apa yang perlu dilakukan untuk masa yang akan datang. Rekomendasi itu dapat menjadi dasar bagi rancangan pembentukan perjanjian dagang, baik berupa free trade agreement (FTA) atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA). Namun, untuk bisa melaksanakan perjanjian dagang dengan Argentina, Indonesia harus melakukan kerja sama secara multilateral dengan Mercosur atau blok perdagangan di Amerika Latin. Mercosur itu terdiri dari Brasil, Venezuela, Paraguay, Uruguay dan Argentina. References : WWW.PIKIRAN-RAKYAT.COM